Archive for 2016
PROSES MENCARI PELUANG USAHA
Banyak informasi yang sering terabaikan, hal ini disebabkan oleh kekurangmampuan kita dalam mengenali dan menggali peluang-peluang yang ada. Banyak sumber untuk memperoleh informasi, dari mulai media cetak sampai pada media elektronik. Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada tentu semakin mempermudah kita untuk memperoleh informasi mengenai peluang berbisnis. Berikut beberapa tips dalam mencari informasi peluang bisnis :
- Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya
- Peluang yang dapat diraih
- Kebutuhan dan keinginan konsumen
- Lingkungan yang dihadapi
- Situasi persaingan
- Dukungan dan trend kebijakan pemerintah
TAHAPAN PEMGEMBANGAN USAHA
Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam proses pengembangan usaha yaitu :
- Ide Usaha
- Kelayakan (business plan)
- Implementasi (business process)
- Prestasi
Peluang Usaha di Bidang TI
1. E-commerce (Online
Shop)
Istilah
ini sebenarnya sudah tidak asing lagi di kalangan bisnis dan informatika.
karena e-commerce ini merupakan suatu suatu usaha yang berkaitan dengan jual
beri produk dengan menggunakan media online (internet). Seperti yang sudah
dikenal banyak orang saat ini yaitu tokobagus.com, amazon.com, lipposhop.com,
dan beberapa situs lainnya. Selain itu, online shop yang banyak di jejaring
sosial seperti facebook ataupun twitter juga termasuk ke dalam contoh
e-commerce.
Dalam
berbelanja secara online ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif.
Secara positif kita hanya tinggal membuka internet, memesan, transfer, beres
lah sudah berbelanja. namun negatifnya yaitu ada saja oknum-oknum yang jahat
yang berniat menipu, ataupun gambar tidak sama dengan aslinya. dll
2. Jasa Warnet
Tidak
asing lagi bukan dengan warnet ? hampir di setiap ruas jalan ada warnet. inilah
salah satu contoh sudah maraknya internet di kalangan masyarakat. Jasa warnet
ini pun termasuk ke dalam contoh bisnis informatika, karena di warnet
menyediakan jasa game online, browsing, chating dan hal lainnya yang tentu saja
menggunakan teknologi informatika yaitu internet.
3. Smart card
Yaitu salah satu contoh dari pengembangan teknologi
informasi yang di implementasi ke dunia kesehatan. Pada umumnya masyarakat
menginginkan suatu pelayanan yang nyaman, aman, cepat, fleksibel dan
terorganisir dengan baik. Sehingga keamanan data informasi dapat terjaga dengan
baik dan aman.
Pada
dasarnya prinsip kerja Smart Card atau kartu pintar elektronik ini tidak jauh
berbeda dengan pemakaian kartu kredit ( ATM ) yang banyak di gunakan bank.
Dengan di dukung ketersediaan suatu memori penyimpan data komputer dengan chip
microcontroller maka kartu ini dapat memproses segala data yang telah di simpan
di sertai sistem keamanan dengan kata sandi atau kode akses atau pemilik yang
pada umumya bersifat rahasia.
4. Penggunaan “Web”
Sebagai media pemasaran, misalnya web penjualan alat-alat
rumah sakit seperti jarum suntik, infus, obat dan lain sebagainya. Di sini
suatu instansi atau perusahaan dapat menggunakan media informasi dengan
menggunakan teknologi komputerisasi dalam pemasaran hasil produk yang di kelola
olehnya. Hal itu juga merupakan suatu cara untuk menarik pelanggan yaitu dengan
menunjukkan suatu citra tersendiri dengan mekanisme dagang yang berkualitas dan
dapat di sampaikan dengan baik kepada pelanggan.
Dalam
E-business juga perlu kita perhatikan tentang sistem yang digunakan untuk
mengelola hasil produksi yang akan dipasarkan menggunakan media web pada
internet. Yaitu dengan memperhatikan perencanaan investasi teknologi, sehingga
dapat menarik investor untuk dapat bergabung dalam pengembangan usaha secara
bertahap dari pengguna jasa E-business itu sendiri. Dengan demikian akan
terjadi hubungan antar pelaku bisnis dengan memanfaatkan teknologi
telekomunikasi.
Masih banyak peluang sekali peluang usaha untuk berbisnis dibidang teknik informatika. kita dapat memanfaatkan hobi dan keahlian diri kita untuk menjadikannya peluang usaha dan memulai bisnis.
sumber :
https://faris6593.blogspot.co.id/2014/10/pengantar-bisnis-informatika-semester-7-gunadarma.html
http://kampoeng-it.blogspot.co.id/2014/12/tugas-studi-kasus-peluang-usaha-di.html
Peluang Usaha Dalam Bidang Teknik Informatika (Softskill)
Pada tugas grafik
komputer 2 kali ini, kami akan menjelaskan bagaimana membuat texture mapping
dengan objek sebuah daun menggunakan aplikasi Blender. Lanjut saja ke langkah
pembuatannya seperti berikut :
1.
Buat Plane
dengan shift+a – mesh- plane dengan ukura 4x2
2.
Seleksi
plane tersebut kemudian berikan material baru, lalu aktifkan transparency – Z
transparency – atur Alpha menjadi 0, sehingga plane menjadi transparan
3.
Setelah
itu berikan texture dengan type image or movie lalu open file untuk memilih
texture yang sudah disiapkan sebelumnya dengan background tranparan.
4.
Masih pada
bagian texture, masuk ke mapping kemudian pilih cordinates menjadi generated
dan projection flat. Masuk ke influence aktifkan alpha diffuse dan geometry
normal menjadi 0.1
5.
Kemudian
masuk ke edit mode, lalu tambahkan banyak segment ke objek daun dengan tombol
ctrl+r.
6.
Buat
sebuah empty objek plain axes dan letakkan di tengah daun, seleksi daunnya lalu
tambahkan modifier simple deform, atur parameternya sebagai berikut
7.
Untuk
membuat background menjadi transparan masuk ke tab render – shading -
alpha menjadi transparent
8.
Terakhir
render dengan tombol F12
Kelompok 6
- Bimo H (51413745)
- Luthfi Syam N (55413101)
- Muhammad Faqih (55413910)
- Respati Tri S (57413430)
- Satria Nursetia N (58413298)
Kelas : 3IA17
Texture Mapping dengan Blender (Tugas Grafkom)
MEMBUAT
OBJEK LILIN BESERTA CAWANNYA
DENGAN BLENDER
· ·
Membuat cawan
1.
Pada
bagian awal aplikasi blender, hapus objek cube degen tombol del
2.
Masuk ke
tampilan right ortho dengan tombol 3 dan 5
3.
Kemudian
tekan shift+a – curve – bezier
4.
Setelah
membuat curve, aktifkan align to view pada bagian kiri window
5.
Masuk ke
edit mode dengan menekan tombol TAB untuk mengubah bentuk curve sesuai yang
diinginkan atur tiap-tiap ujung curve
6.
Kemudian
seleksi garis merah yang bawah, lalu tekan E untuk extrude
7.
Atur
kembali curve yang bawah sehingga membentuk seperti berikut
8.
Buat curve
circle dengan shift+a – curve – nurbs circle
9.
Seleksi
circle kemudian masuk ke data , pilih bevel objek dengan
BezierCurve
10.
Maka akan
terbentuk objek seperti berikut
11.
Lakukan
extrude sesuai keinginan untuk beberapa curve sehingga nantinya akan terbentuk
cawan seperti berikut
12.
Langkah
terakhir tekan ALT+c – pilih mesh from curve untuk manjadikan objek sebuah mesh
Membuat lilin
1.
Buat objek
cylinder, kemudian masuk edit mode pilih mode seleksi face dan hapus face pada
sisi atas dan bawah
2.
Pilih mode
seleksi vertex, lalu seleksi secara melingkar pada bagian bawah dan tekan E
untuk meng extrude lalu tekan S untuk mengecilkan sehingga membentuk vertex
seperti berikut
3.
Untuk menutupi
face yang bolong dengan menekan tombol F
4.
Lakukan
langkah yang sama pada bagian atas cylinder, tetapi pada face yang tertutup
digeser kebawah terhadap sumbu z
5.
Tekan
ctrl+r kudian atur lingkaran pink ke bagian atas dan bawah cylinder
6.
Tambahkan
modifier Subdivision Surface, atur view menjadi 2
7.
Untuk
membuat objek apinya dengan menembahkan objek ico sphere dan atur supaya tepat
di atas lilin
8.
Aktifkan
propotional editing mode, kemudian bentuk spherenya seperti api
9.
Tambahkan
material default pada kedua objek tersebut
10.
Pada objek
lilin atur parameter node seperti berikut
11.
Sedangkan
objek api atur nodenya seperi berikut
12.
Untuk alas
cukup dengan menambahkan sebuah plane
13.
Untuk
pencahayaannya cukup dengan menambahkan lamp area yang diposisikan diatas api
Kelompok 6
- Luthfi Syam N (55413101)
- Satria Nursetia N (58413298)
- Bimo H (51413745)
- Muhammad Faqih (55413910)
- Respati Tri S (57413430)
Kelas : 3IA17
Membuat Objek Lilin Dengan Blender (Tugas Grafkom Animasi)
Pembuatan
film ‘Transformers 2 : Revenge of the Fallen’ membutuhkan skill dan spesifikasi
hardware tingkat tinggi.
Belum habis rasa takjub melihat
efek animasi Transformers 1, penikmat film kembali dipuaskan dengan special
effect Transformer 2. Rupanya, hadirnya kecanggihan robot-robot di dalam film
itu, berkat kerja keras sang sutradara, Michael Bay dan tangan dingin
Industrial Light and Magic (ILM), sebuah perusahaan visual effect yang
didirikan George Lucas. Alhasil, mobil, pesawat, dan alat-alat berat bisa
dibuat berubah menjadi robot-robot raksasa yang bisa bergerak lincah.
Kerja keras dalam riset dan
pengembangan teknologi animasi untuk menciptakan karakter dalam film
Transformers sudah dimulai sejak penggarapan film pertama. Memang, Transformers
2 adalah pengembangan dari hasil yang telah dicapai oleh Transformers 1.
Megatron untuk menciptakan karakter
yang sesuai dengan ikon dalam serial kartun Transformers, tim produksi bekerja
sama dengan tim dari Hasbro, sebuah perusahaan mainan yang menciptakan
model-model Transformers. Termasuk masalah detail dan proses transformasi para
robot tersebut. Orang yang berperan penting dalam terciptanya real live action
para robot Transformers yang awalnya hanya sebuah gambar kartun adalah Jeff
Mann, sang production designer pada Transformers 1.
Tak mudah membuat satu karakter Transformers.
Dibutuhkan ribuan keping komponen yang disatukan menjadi sebuah robot raksasa.
Dengan menggunakan teknik digital, tim spesial efek menciptakan
komponen-komponen itu lalu menempatkan titik-titik pergerakan agar nantinya
lebih mudah untuk digerakkan. Jika semua komponen dari tiap karakter robot yang
ada dalam film itu disusun berjejer, maka panjangnya mencapai 180 mil atau
seluas negara bagian California.
Setelah merangkai setiap komponen,
tantangan berikutnya adalah membuat robot-robot itu bergerak. “Orang berpikir
bahwa sebuah robot raksasa pasti akan memiliki pergerakan yang lambat, tetapi
Michael Bay justru menginginkan robot itu selincah ninja dan penuh aksi,” kata
Jeff White, Digital Production Supervisor ILM. Untuk merealisasikan hal itu,
tim produksi mengumpulkan berbagai rekaman adegan stunt yang kemudian gerakannya
diimitasikan pada robot-robot animasi tersebut.
DevastatorLalu untuk pergerakan
mulut dan raut wajah, mereka menggunakan facial animation process. Tim produksi
akan melakukan riset berapa titik wajah yang harus dipetakan ketika seseorang
bicara. Titik-titik itulah yang ditransformasikan dalam bentuk digital.
Misalnya, untuk membuat Optimus Prime seolah berbicara dibutuhkan sekitar
34.000 titik yang harus digerakkan.
Visual Effects Supervisor ILM,
Scott Farrar mengatakan, pada Transformers 2 setiap detail animasi dikembangkan
pada tahapan yang lebih halus. Di film ini juga terdapat sekitar 40 karakter
tambahan.
“Karena akan ditayangkan di IMAX,
maka film ini memiliki resolusi yang besar dan lebih kompleks,” jelasnya.
Karena menambahkan beberapa detail dalam penggarapannya, sang eksekutif
produser Steven Spielberg harus mengeluarkan dana lebih besar untuk menambah
daya tampung hard disk komputer tim produksi.
Kalau Transformers 1 menghabiskan
20 terabyte (sekitar 1,024 gigabyte), pada Transformers 2 dibutuhkan ruangan
digital sebesar 150 terabyte. Proses rendering (proses final dari beberapa
deretan proses animasi) juga membutuhkan waktu lama.
Sebagai gambaran, bila proses
tersebut dilakukan oleh satu komputer paling canggih, maka sebanyak 555 gambar
yang melibatkan visual efek, baru akan selesai di-render setelah 16.000 tahun.
Kerumitan tingkat tinggi juga
dihadapi dalam membuat karakter Devastator, robot paling besar dari kubu
Decepticon. Robot yang terbentuk dari tujuh robot hasil transformasi alat-alat
berat ini adalah robot penghancur. Dengan kekuatan satu hisapan saja, robot ini
bisa menarik dan menghancurkan benda apa saja yang berada di depannya. Karena
terbentuk dari beberapa robot Decepticon yang berbeda, ukuran robot yang satu
ini luar biasa besarnya. Devastator adalah robot terbesar di dua film
Transformers.
Sebagai perbandingan, untuk membuat
Optimus Prime dibutuhkan 10.000 komponen yang dapat bergerak. Sedangkan pada
Devastator, komponen yang dibutuhkan delapan kali lipatnya yaitu sekitar 80.000
komponen. Salah satu adegan yang merupakan karya terbesar yakni ketika
Devastator mendaki sebuah piramid lalu menghancurkan puncaknya, dan menghisap
bebatuan di atasnya. “Kami ingin membuat semua lebih real dalam adegan ini.
Untuk itu, kami me-render tak hanya robotnya tapi juga latar belakangnya,” kata
Farrar.
Film berdurasi 147 menit ini banyak
menyajikan keajaiban-keajaiban animasi. Tak hanya aksi Optimus Prime dan
rekan-rekannya, film ini sarat dengan ledakan akibat pertarungan para robot.
Memang ledakan-ledakan dalam film ini tak semuanya animasi, tim produksi juga
menggunakan bahan peledak yang penggunaannya sudah direncanakan.
Kualitas efek visual film ini tidak
perlu diragukan lagi dan patut mendapat acungan dua jempol. Autobot maupun
Decepticon terlihat sangat detail, gerakannya pun sempurna tanpa cacat. Selain
efek visual dan sebagainya, aktor-aktris film ini patut mendapat sorotan.
Apalagi penampilan seksi Megan Fox mampu jadi daya tarik tambahan dalam
‘Transformers: Revenge of the Fallen’ ini.
Kelompok 6
Kelas : 3IA17
Kelas : 3IA17
- Satria Nursetia Nugraha (58413298)
- Muhammad Faqih S (55413910)
- Respati Tri Susetyo (57413430)
- Luthfi Syam Nugraha (55413101)
- Bimo Harisantyo (51413745)
Review Pembuatan Film Animasi Transfomers 2 : Revenge of the Fallen
Perkembangan
Teknologi Printer 3D -- Perkembangan teknologi tidak terbatasa pada gadget
ataupu komputer bahkan alat pembantu seperti mouse spekaer bahkan printerpun
mengalami perkembangan seperti komputer maupun gadget. Di dunia percetakanpun
teknologi seperti printer terus dikembangkan hingga diprediksikan teknologi
printer 3D di ini tercipta. Alat ini berbentuk 3 Dimensi dimana sbuah objek 3D
dibuat dengan meletakan lapisan berturut-turut beberapa bahan atau dikenal dengan
sebagai prototipe atau stereolithography.
Printer 3D
ini akan menghasilkan benda padat bukan seperti mencetak selembar 2D seperti
printer yang sudah biasa anda gunakan. Printer 3D ini akan melengkapi teknologi
2D yang sudah lama kita gunakan sebagai alat cetak yang outuputnya berupa
lembaran dua dimensi
Proses
pembuatan produk menggunakan 3D printer -- Objek dibangun layer demi layer
hingga membentuk objek yang sempurna menggunakan material tertentu. Berbeda
dengan teknologi seperti pada mesin CNC (Computer numerical Control) yaitu
substractive manufacturing, 3D printing menganut teknologi additive
manufacturing dimana objek terbangun dengan membentuk layer per layer material
bukan membuang material seperti laser cutting. Terdapat sejumlah teknologi
dalam dunia 3D printing, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Dibawah ini
merupakan hasil teknologi printer 3D
Dua gambar
ditas merupkan hasil karya printer 3D yang dibangun oleh seorang pengusaha di
dubai.
Local Motors
asal Amerika Serikat (AS) berhasil menciptakan supercar pertama du dunia yang
dibuat menggunakan mesin printer 3D (Foto: Motorauthority).
Diatas
merupakan mobil super cepat hasil cetakan printer 3D.
Cara kerja printer 3D
Cara kerja
mesin ini hampir sama dengan printer 2D namun hanya sisi desainya yang berbeda.
1. Desain
Model
Jika ingin
melihat hasil kerja dari printer 3D anda harus buat dulu desain model dalam
bentuk 3 Dimensi dan ini juga menggunakan software khusus untuk model desain 3D
(seperti autocad) yang mendukung printer 3D tersebut. Contohnya anda ingin
mendesain gambar 3D Robot untuk anak-anak maka untuk percobaanya menggunakan
software 3D
2. Printing
Jika telah
selesai mendesain 3D robotnya anda bisa langsung print di print 3D. Proses
mencetak pun mulai lamanya mencetak tergantung besar dan ukuran model.
3. Finishing
Setelah
dicetak proses terakhir pun dilakukan dengan melihat hasil cetakan desain 3D
robot yang anda buat tadi.
Kelompok 6
Kelas : 3IA17
- Satria Nursetia Nugraha (58413298)
- Muhammad Faqih S (55413910)
- Respati Tri Susetyo (57413430)
- Luthfi Syam Nugraha (55413101)
- Bimo Harisantyo (51413745)
Review Perkembangan Teknologi Printer 3D
Tugas Softskill Kelompok 1
Ade Triyanto
Davin DirgantaraLevana DianovaMuhammad IdhamSatria Nur Setia



























