Posted by : Satria Nursetia Nugraha
Friday, 10 July 2015
JURNAL MENGENAL PEMROGRAMAN AJAX
Abstak
AJAX adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript
And XML . AJAX adalah teknik pemrograman yang populer pada tahun 2005 oleh
Google dengan aplikasi mereka Google Suggest . AJAX bukanlah bahasa pemrograman
baru, tetapi merupakan metode standar pemrograman web yang digunakan saat ini.
Dengan AJAX aplikasi web lebih cepat dan user-friendly
Pendahuluan
Ajax bukanlah teknologi baru dan juga
bukan bahasa pemrograman. Ajax populer
semenjak Garret (2005) menuliskan artikel
berjudul “Ajax: A New Approach to Web
Applications”. Menurut Garret, julukan Ajax
hanya untuk mempermudah komunikasi
dengan kliennya disebabkan terlalu panjang
kalau menyebutkan semua teknologi yang
mendasarinya. Kenyataan yang terjadi, pada
tahun 1989 Microsoft memang telah
mengimplementasikan XMLHttpRequest, yang
notabene adalah salah satu komponen dari
Ajax, yang dikemas dalam ActiveX dan
diterapkan pada Interner Explorer (Darie, dkk.,
2006). Selain itu, JavaScript yang menjadi
tulang punggung untuk menyusun mesin Ajax
telah diperkenalkan pada tahun 1995 (Zakas,
dkk., 2006).
Lantas, dimana keunggulan Ajax
sebagai pendukung aplikasi Web? Hal inilah
yang akan dibahas terlebih dulu, sebelum
menuju ke pembahasan area yang cocok
untuk menggunakan Ajax. Mengingat Ajax
merupakan teknik yang belum sempurna,
segala kekurangannya juga akan dibicarakan.
Hal ini dimaksudkan agar bisa menjadi wacana
dalam memikirkan implementasi aplikasi web
yang mampu mengantisipasi kelemahan kelemahan
tersebut. Selain itu, barangkali bisa
memacu para pembuat tool untuk
berpartisipasi dalam mengembangkan masa
depan Ajax.
Pembahasan
Pengantar AJAX
AJAX
bukanlah suatu bahasa pemrograman yang baru. AJAX adalah
merupakan
teknik yang menggunakan standar web yang sudah ada untuk
mengembangkan
aplikasi web yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih user
friendly
serta lebih interaktif.
Dengan
teknik menggunakan AJAX, maka JavaScript yang ada pada
sebuah
halaman web dapat berkomunikasi langsung ke server, menggunakan
objek
JavaScript XMLHttpRequest. Dengan objek ini, kode JavaScript dapat
mengakses data di server tanpa harus me-reload seluruh
halaman web.
Komunikasi Synchronous dan Asynchronous
Untuk
memahami AJAX maka perlu diketahui perbedaan komunikasi
Synchronous
dan Asynchronous dalam aplikasi web. Pada komunikasi
Synchronous,
client dalam hal ini browser akan melakukan request ke server.
Kemudian
server akan menciptakan response terhadap request yang
diterima
tersebut.
Selama proses tersebut (request/response) maka browser tidak
dapat
mengirimkan
request yang lain selama response untuk request sebelumnya
belum
selesai. Atau dengan kata lain user/pengguna harus menunggu untuk
dapat
menggunakan lagi browser-nya. Sebagai contoh saat ditekan tombol
atau
mengklik pada sebuah link di halaman web maka tidak dapat melakukan
apa-apa
sampai proses atau reload halaman selesai. Biasanya ditandai dengan
halaman yang blank sejenak.
Pada komunikasi Asynchronous, user atau pengguna
masih tetap dapat
menggunakan browser walaupun asynchronous request
masih diproses. Setelah
asynchronous request selesai diproses, maka sebuah
asynchronous response
dikirimkan ke client. Atau dengan kata lain proses
yang terjadi tidak
mempengaruhi user, user tidak perlu menunggu sampai
response selesai.
Objek XMLHttpRequest
Kemampuan
AJAX sebenarnya karena adanya objek JavaScript
XMLHttpRequest.
Objek XMLHttpRequest didukung oleh Internet Explorer
5.0+,
Safari 1.2, Mozilla 1.0/Firefox, Opera 8+, dan Netscape 7. Dengan
didukung
oleh banyak browser, maka aplikasi web yang menggunakan
teknologi
AJAX tidak perlu kuatir, karena pasti dapat berjalan pada berbagai
browser populer tersebut.
KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN AJAX
Berdasarkan sifat-sifat yang
terkandung dalam Ajax, sejumlah keuntungan
bisa diperoleh. Beberapa manfaat yang bisa
dipetik (Darie, dkk., 2006):
1. Memungkinkan untuk membuat aplikasi
web yang lebih baik dan lebih responsif.
2. Karena kepopulerannya, akan memicu
pengembangan pola (pustaka atau
kerangka) yang membuat para
pengembang tidak harus membangun dari nol melainkan cukup menggunakan
yang
telah dibuat oleh orang lain.
3. Teknologi-teknologi yang digunakan untuk
membangun aplikasi web selama ini tetap
terpakai.
4. Keahlian para pengembang tetap bisa
termanfaatkan.
5. Fitur-fitur Ajax terintegrasi dengan baik
terhadap fungsionalitas yang disediakan
browser (misalnya mengubah ukuran
halaman dan navigasi halaman).
Namun, yang juga perlu disadari, Ajax juga
menawarkan beberapa kelemahan. Antara
lain:
1. Halaman menjadi tidak bisa di-bookmark.
2. Bagian dari aplikasi Ajax bisa jadi tidak
bisa diindeks oleh mesin pencari.
3. Tombol Back pada browser menjadi tidak
berfungsi seperti biasanya.
4. Aplikasi Ajax menjadi tidak berfungsi kalau
klien mematikan JavaScript.
5. Browser yang digunakan oleh klien harus
mendukung Ajax.
AREA YANG COCOK UNTUK PENERAPAN
AJAX
Apakah Ajax bisa diterapkan untuk
semua aplikasi web? Tentu saja jawabannya
bergantung pada jenis aplikasi yang dibuat.
Tiga pedoman yang perlu diperhatikan dalam
menggunakan Ajax:
1. Lalu lintas yang minimal. Ajax hanya
mengirim dan menerima informasi dengan
ukuran yang sekecil mungkin ke dan dari
server. Informasi yang tidak relevan tidak
diikutsertakan.
2. Mencegah pengunduhan halaman
keseluruhan. Apabila ada bagian yang
tidak perlu diubah dan cukup banyak,
hindarkan untuk menampilkan kembali.
Hanya bagian yang memang perlu diubah
yang dimodifikasi.
3. Menghindari aplikasi web yang membuat
pemakai kehilangan semua yang telah ia
ketikkan di halaman web ketika ia menglik
suatu tombol dan sesuatu hal yang tidak
valid terjadi.
Kesimpulan
AJAX bukan merupakan teknologi baru dalam
pengembangan aplikasi
web. AJAX merupakan metode yang menggunakan standar
pemrograman web
yang sudah ada.
XMLHttpRequest merupakan objek JavaScript yang
digunakan AJAX
untuk berhubungan dengan server secara langsung.
Dengan AJAX request
dan response dilakukan secara asynchronous, yang
menyebabkan aplikasi web
lebih baik, cepat, dan lebih interaktif serta lebih
user friendly.
AJAX dapat diimplementasikan bersama berbagai
bahasa pemrograman
web seperti Java (JSP), PHP, ASP, dan ASP.Net.
tentu ada kekurangan dan kelebihan nya, tetapi
semua tergantung pada aplikasi apa yang ingin dibuat
Referensi Jurnal
Jurnal 1 : ftiuksw.org/ejournal/hal/donlot.php?id_jurnal=35
Jurnal
2 :
Jurnal
3 :
http://fahmi_awaj.students-blog.undip.ac.id/2010/10/07/review-jurnal-1/